GAMBARAN
UMUM DESA
2.1 Sejarah Desa
2.1.1
Asal Usul/Legenda Desa
Desa Baringin
B merupakan desa yang berada di
dataran rendah tepatnya di
wilayah kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Asal usul Desa Baringin B adalah
dari sebuah pemekaran wilayah desa Baringin, yang sekarang dinamakan desa Baringin
A.
Zaman dahulu Desa Baringin
B hanyalah sebuah kampung kecil yang diberi nama Batalas Talindung. Batalas artinya orang-orang dari suatu penduduk
yang lari menghindar dari kejaran-kejaran penjajah. Sedangkan Talindung diartikan sebagai sebuah
daerah yang diyakini dapat melindungi diri dari para penjajah.
Dalam perkembangannya dulu, penduduknya sangat sedikit
sehingga untuk dijadikan sebuah desa sangatlah tidak mungkin, hingga akhirnya
pemerintah setempat memasukan wilayah ini ke desa Baringin yang sekarang dinamakan desa Baringin A.
Konon pada zaman dahulu ada sebuah desa di wilayah Kecamatan
Candi Laras Utara yang bernama Desa Batalas
yang terletak dipinggiran kali Negara. Penduduknya pada zaman penjajahan
Belanda banyak yang melarikan diri atau meninggalkan kampung halamannya (Batalas)
ke kampung Batalas Talindung ini untuk
melindungi diri dari penjajah. Dikarenakan pada waktu itu perairan Kali Negara telah menjadi lalu lintas
kapal-kapal penjajah. Kenyamanan dan keamanan sangat dirasakan oleh orang-orang
pendatang dari daerah lain untuk berlindung dari kejaran-kejaran penjajah di
kampung Batalas Talindung ini.
Letak wilayah Batalas
Talindung yang berada dipinggiran Sungai
Tapin keadaannya memang sangat memungkinkan untuk berlindung dari para
penjajah karena memang wilayah ini tidak dilalui lalu lintas kapal-kapal
penjajah waktu itu.
Dari generasi ke generasi populasinya pun bertambah seiring
dengan perginya penjajah dari Negara Kita, Batalas
Talindung resmi bergabung dengan desa Baringin.
Perkembangan pun semangat meningkat, baik dari sektor pertanian sampai industri
kerajinan seperti pengrajin Atap dari daun Rumbia (sagu), penduduk kian
bertambah yang kemudian menghantarkan Batalas
Talindung pada satu usulan masyarakatnya
untuk memisahkan diri dari desa Baringin
karena sudah merasa mampu untuk berdiri sendiri.
Pada tanggal 3 Pebruari 1982 Batalas Talindung resmi di mekarkan oleh pemerintah setempat, dan
namanya pun bukan Batalas Talindung
lagi tapi di ganti dengan Baringin B.
Dinamakan Baringin B adalah sebagai
bentuk rasa persatuan yang pernah dimiliki bersama dengan daerah yang telah
membesarkan daerah ini (Baringin B), yaitu
Baringin yang kemudian dinamakan Baringin A.
Sekarang ini Desa Baringin
B telah menjadi desa yang mampu mengikuti perkembangan desa-desa lain yang
lebih dulu berkembang, dan meninggalkan sejarah-sejarah Batalas Talindung namun tidak untuk dilupakan dalam catatannya.
2.1.2
Sejarah Pemerintahan Desa
NAMA-NAMA KEPALA DESA
DESA BARINGIN B
|
No
|
Periode
|
Nama Kepala Desa
|
Keterangan
|
|
1.
|
1982 – 1997
|
MASERI
|
Kepala Desa Pertama
|
|
2.
|
1998 – 2000
|
ASERANI
|
Pj. Kepala Desa Kedua
|
|
3.
|
2001 – 2005
|
SUGIANOR
|
Kepala Desa Ketiga
|
|
4.
|
2006 – 2011
|
RUSLAN
|
Kepala Desa Keempat
|
|
5.
|
2012 – 2017
|
RUSLAN
|
Kepala Desa Kelima
|
2.1.3
Sejarah Pembangunan Desa
|
NO
|
TAHUN
|
KEGIATAN PEMBANGUNAN
|
KETERANGAN
|
|
1.
|
1982
|
Pembangunan
Gedung TK
|
Swadaya
|
|
2.
|
1985
|
Pembangunan
Balai Desa
|
Subsidi
Desa
|
|
3.
|
1986
|
Pembangunan
Gedung MDA
|
Swadaya
|
|
4.
|
1996
|
Pembangunan
Jembatan Gantung
|
APBD/APBN
|
|
5.
|
2004
|
Peningkatan
Jalan Desa dengan Cor Beton RT I – IV
|
PMDKI
|
|
6.
|
2006
|
1. Pembangunan Polindes
|
PMDKI
|
|
2. Rehab Balai Desa Menjadi Gedung Serba Guna
|
PMDKI
|
||
|
7.
|
2008
|
1. Peningkatan Jalan Desa dari RT I – V
|
P2SPP
|
|
2. Rehab Pagar Jembatan Gantung
|
Swadaya
|
||
|
8.
|
2009
|
Peningkatan
Jalan Desa RT I – IV
|
PNPM-MP
|
|
9.
|
2010
|
1. Pembuatan Siring Pasangan Batu
|
PNPM-MP/ Optimalisasi
|
|
2. Rehab Gedung TK
|
APBD-KAB.
|
||
|
10.
|
2011
|
1. Pembuatan Siring Pasangan Batu
|
PNPM-MP
|
|
2. Peningkatan Jalan Kuburan Muslimin RT 1
|
APBDes
|
||
|
11.
|
2012
|
1. Pengurugkan Halaman Balai Desa dg Rabat
Beton
|
APBDes
|
|
2. Peningkatan Jalan Desa RT 1 & 5
|
Gerbangmastaskin
|
||
|
12.
|
2013
|
1. Pengadaan Tenda 4 buah
|
APBDes
|
|
2. Pembuatan Siring Halaman Musholla RT 1
|
APBDes
|
||
|
3. Peningkatan Jalan Desa RT 1 – 5
|
PPIP
|
2.2 Kondisi Geografi
Desa Baringin
B merupakan desa yang berada di
dataran rendah wilayah Kecamatan Candi Laras Selatan. Letak geogerafis Desa Baringin B;
Sebelah Utara
berbatasan dengan Desa Marampiau Hilir
Sebelah Timur berbatasan
dengan Desa Baringin A
Sebelah Selatan berbatasan
dengan Desa Baringin A
Sebelah barat berbatasan
dengan Desa Candi Laras
Wilayah Desa Baringin
B berada pada ketinggian 1-2 dari permukaan laut dengan kelembaban
280 C. Luas wilayah Desa Baringin
B 600 ha yang sebagian besar
merupakan wilayah pertanian dan perkebunan Rumbia (Sagu). Luas wilayah Desa Baringin B terdiri dari, wilayah permukiman seluas 3,5 ha, wilayah persawahan 200 ha, wilayah pertanian/perkebunan 390 ha, wilayah pekarangan 1,5 ha dan wilayah umum berupa perkantoran,
kuburan dan sarana prsarana desa seluas 5 ha.
Desa Baringin B merukan
bagian dari daerah Kabupaten Tapin propinsi Kalimantan Selatan, Desa ke
Ibu Kota Kabupaten (Rantau) berjarak ± 30 km dan Desa
ke Ibu Kota Propinsi (Banjarmasin) berjarak
± 142 km. Jumlah penduduk Baringin B untuk data tahun 2013 adalah 747 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki 377 jiwa dan perempuan 370 jiwa yang terdiri dari 231 KK. Dari jumlah tersebut jumlah kepala keluarga yang tergolong sebagai Rumah Tangga Miskin 15 KK.
Mata
pencaharian penduduk sebagai petani mencapai 80% sesuai dengan kondisi wilayah Desa Baringin B sebagian besar merupakan lahan pertanian dan
perkebunan dengan pendapatan rata dibawah standar karena masyarakat bekerja
sebagai petani dan buruh
tani. 0,1% berpotensi sebagai peternak,
sebagai pedagang 2% dan 3% sebagai pegawai pemerintah.
Penghasilan masyarakat sebagai petani sangat tidak
mencukupi untuk kebutuhan mereka sehari-hari yang bergantung pada penghasilan
dari hasil pertanian, sedangkan pertanian hanya dilakukan setahun sekali.
Sistem pertanian yang mereka lakukan masih banyak yang
menggunakan sistem tradisional dengan bergantung pada musim, sehingga mereka
hanya melakukan kegiatan pertanian satu kali dalam setahun. Mereka tidak
mengenal yang namanya pertanian sistem irigasi, karena tidak ada saluran
irigasi di daerah desa Baringin B. Pengolahan lahan pertanian juga masih
menggunakan peralatan tradisional dan belum ada yang menggunakan sistem
traktor.
Untuk masalah pertanian dan perkebunan, masyarakat
rata-rata belum bisa menggunakan sistem pertanian dan perkebunan dengan skala
besar. Pengolahan lahan menggunakan traktor, menyelesaikan hasil pertanian dengan
menggunakan mesin perontok dan juga keterampilan belum dimiliki, ini karena
mereka tidak memiliki modal dan pembinaan untuk melakukan usaha-usaha yang
dapat menambah penghasilan atau menjadi usaha tetap mereka.
2.3
Perekonomian Desa
Sumber Penerimaan Desa
|
No
|
Sumber
Penerimaan Desa
|
Tahun
|
||
|
2011
|
2012
|
2013
|
||
|
1
|
Pajak
|
Rp. 2.184.407
|
Rp. 2.183.607
|
Rp. 2.300.418
|
|
2
|
Pendapatan Tanah
Kas
|
Rp. 0
|
Rp. 0
|
Rp. 0
|
|
3
|
ADD
|
Rp. -
|
Rp. 168.231.615
|
Rp. 198.773.736
|
Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan
bahwa:
1.
Pendapatan
yang bersumber dari hasil pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selama ini dari tahun 2011 s.d. 2013 dibayarkan oleh Pemerintah Desa, dan disetorkan ke kecamatan
sehingga yang masuk ke desa tidak ada. Artinya pendapatan dari hasil pajak tidak ada.
2.
Untuk
pendapatan yang masuk ke kas desa dari hasil tanah desa belum ada, karena desa
tidak memiliki tanah desa yang dapat di sewa untuk keperluan pertanian atau
perkebunan dan lainnya.
3.
Alokasi Dana Desa ADD bersumber dari Dana APBD
Kabupaten, besaran Dana tiap tahun bisa berubah sesuai dengan kebijakan
Pemerintah Kabupaten.
2.4
Sosial
Budaya
Kondisi Sosial Budaya Desa
|
NO
|
URAIAN
|
JUMLAH
|
KETERANGAN
|
|
1
|
Kependudukan
a.
Jumlah Penduduk (jiwa)
b.
Jumlah KK
c.
Jumlah Laki-laki
·
Usia
0 – 15 tahun
·
Usia 16 - 55 tahun.
·
Diatas 55 tahun
d.
Jumlah Permpuan
·
Usia
0 – 15 tahun
·
Usia 16 - 55 tahun.
·
Diatas 55 tahun
|
747
231
377
370
|
|
|
2.
|
Kesejahteraan Sosial
a.
Jumlah KK prasejahtera
b.
Jumlah KK sejahtera
c.
Jumlah KK sedang
d.
Jumlah KK kaya
|
15
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Tingkat Pendidikan
a.
Tidak tamat SD
b.
Tamat SD
c.
Tamat SLTP
d.
Tamat SLTA
e.
Tamat D1/Sederajat
f.
Tamat D2/Sederajat
g.
Tamat D3/ Sederajat
h.
Tamat S1/Sederajat
i.
Tamat S2/Sederajat
|
199
178
65
48
-
9
-
12
-
|
Usia
18-56 tahun
|
|
4
|
Mata Pencaharian
a.
Buruh tani
b.
Petani
c.
Peternak
d.
Pedagang
e.
Tukang kayu
f.
Tukang batu
g.
PNS
h.
Pensiunan
i.
TNI /POLRI
j.
Perangkat desa
k.
Penjahit
l.
Industri kecil
m.
Karyawan perusahan swasta
n.
Montir
o.
Dosen Swasta
p.
Pembantu Rumah Tangga
q.
Arsitektur
r. Pengusaha
besar
s. Dukun
kampung terlatih
|
170
370
3
32
8
-
20
14
-
17
6
3
5
6
-
5
1
-
-
|
Peternak ayam kampung
Pengrajin anyaman
Pengobatan Alternatif
|
|
5.
|
Agama
a.
Islam
b.
Kristen Khatolik
c.
Kristen Protestan
d.
Hindu
e. Budha
|
747
-
-
-
-
|
|
Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa
:
1.
Kependudukan.
Jumlah usia produktif lebih banyak dibanding dengan usia anak-anak dan
lansia. Perbandingan usia anak-anak,
produktif, dan lansia adalah sebagai berikut: 21% : 61% : 18%. Dari 747
jumlah penduduk yang berada pada kategori usia produktif laki-laki dan perempuan
jumlahnya hampir sama/ seimbang.
2.
Kesejahteraan
Jumlah KK Sedang mendominasi yaitu 29,2 % dari total KK, KK pra
sejahtera 24 %, KK sejahtera 17,9 % KK
Kaya 16,3 %. dan KK Miskin 12,5 %. Dengan banyaknya KK prasejahtera inilah
maka Desa Baringin B termasuk dalam DESA LAMBAN BERKEMBANG
3.
Tingkat Pendidikan
Kesadaran tentang pentingnya pendidikan terutama pendidikan 9 tahun baru
terjadi beberapa tahun ini sehingga jumlah lulusan SD dan SLTP mendominasi
peringkat Pertama.
4.
Mata Pencaharian
Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani dan buruh tani. hal ini
disebabkan wilayah Desa Baringin
B memiliki lahan pertanian yang luas
dan pekerjaan sebagai petani telah diwariskan secara turun temurun sejak
dulu bahwa masyarakat adalah petani dan juga minimnya tingkat pendidikan
menyebabkan masyarakat tidak punya keahlian lain dan akhirnya tidak punya
pilihan lain selain menjadi buruh tani. Selain hal itu kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan menyebabkan
mereka tidak mau sekolah tinggi sehingga mereka tidak memiliki
potensi/keahlian.
5.
Agama
Seluruh warga masyarakat Desa Baringin B adalah Muslim (Islam)
2.5
Sarana
dan Prasarana Desa
Prasarana dan Sarana Desa
|
No
|
Jenis Prasarana dan Sarana Desa
|
Jumlah
|
Keterangan
|
|
1
|
Kantor Desa
|
-
|
Belum Ada
|
|
2
|
Gedung Serba Guna
|
1
|
Rusak
|
|
3
|
Gedung SD
|
1
|
Baik
|
|
4
|
Gedung SLTP
|
-
|
|
|
5
|
Gedung SLTA
|
-
|
|
|
6
|
Gedung MIS
|
1
|
Perlu direhab
|
|
7
|
Gedung TK
|
1
|
Baik
|
|
8
|
Musholla
|
3
|
Perlu perbaikan
|
|
9
|
Polindes
|
1
|
Baik
|
|
10
|
Poskamling
|
3
|
Baik
|
|
11
|
Jembatan
|
5
|
Perlu direhab
|
|
12
|
Gedung TPA
|
-
|
Belum Ada
|
|
|
Sarana umum desa
·
Tenda
·
Meja
panjang
·
Kursi
plastik
·
Papan Kursi panjang
·
WC Umum
·
Mesin pemadam
·
Tong Air Bersih 300 ltr
·
Pompa Hitachi
·
Mesin Genset
|
4
-
36
60
1
1
3
1
1
|
|
Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa
:
1.
Gedung
SLTP dan SLTA tidak diperlukan di Desa Baringin B karena siswa meneruskan sekolah SLTP/SLTA yang ada di Ibu
Kota Kecamatan, jaraknya tidak
terlalu jauh ± 1 km.
2.
Gedung TPA sangat diperlukan mengingat
pentingnya akan pendidikan mengenal Al qur-an dimasa anak-anak.
3.
Secara
umum prasarana dan sarana yang ada di Desa masih belum lengkap seperti
peralatan/fasilitas desa yang bersifat umum seperti tenda, kursi, meja panjang dan lain-lain.
2.6
Pemerintahan Umum
Pemerintahan Umum
|
No
|
Uraian
|
Keberadaan
|
Keterangan
|
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
|
1
|
Pelayanan kependudukan
|
ada
|
|
|
|
2
|
Pemakaman
|
ada
|
|
|
|
3
|
Perijinan
|
-
|
tidak
|
|
|
4
|
Pasar tradisional
|
-
|
tidak
|
|
|
5
|
Ketentraman dan tibun
|
ada
|
|
|
Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa
:
1.
Pelayanan
kependudukan dilaksanakan dirumah karena tidak adanya kantor desa, penduduk
yang datang pada pagi, sore atau malam hari, hal ini bisa dimaklumi karena
mayoritas penduduk adalah petani atau buruh tani sehingga kesibukan bekerja. Pemahaman
mengenai jam kerja kantor masih kurang.
2.
Ada 2
(dua) lokasi pemakaman di Desa Baringin B, namun jalan
ke pemakaman sebahagian
rusak, Pemakaman dikelola oleh
masyarakat secara bersama-sama melalui rukun kematian. Pelaksanaan pemakaman dipimpin oleh ulama
setempat dan dilaksanakan secara gotong royong oleh warga.
3.
Perijinan
diantaranya adalah ijin keramaian, hiburan dalam acara perkawinan dan ijin
tinggal.
4.
Ijin
keramaian diwajibkan bagi kegiatan yang bisa mendatangkan massa dalam jumlah
banyak. Misalnya hiburan rakyat, orkes/organ tunggal. Ijin ini selain ke
pemerintah desa juga diteruskan ke MUSPIKA.
5.
Ijin
tinggal diberlakukan kepada warga asing yang bertamu lebih dari 24 jam atau
menginap terutama jika bukan keluarga dekat dengan warga setempat.
6.
Untuk
pengamanan skala sedang dan besar linmas dibantu dari POLSEK dan KORAMIL.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar