Rabu, 23 April 2014

Sekilas tentang Desa Baringin B




GAMBARAN UMUM DESA

2.1         Sejarah Desa
2.1.1        Asal Usul/Legenda Desa
Desa Baringin B merupakan desa yang berada di dataran rendah tepatnya di wilayah kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Asal usul Desa Baringin B adalah dari sebuah pemekaran wilayah desa Baringin, yang sekarang dinamakan desa Baringin A.
Zaman dahulu Desa Baringin B hanyalah sebuah kampung kecil yang diberi nama Batalas Talindung. Batalas artinya orang-orang dari suatu penduduk yang lari menghindar dari kejaran-kejaran penjajah. Sedangkan Talindung diartikan sebagai sebuah daerah yang diyakini dapat melindungi diri dari para penjajah.
Dalam perkembangannya dulu, penduduknya sangat sedikit sehingga untuk dijadikan sebuah desa sangatlah tidak mungkin, hingga akhirnya pemerintah setempat memasukan wilayah ini ke desa Baringin yang sekarang dinamakan desa Baringin A.
Konon pada zaman dahulu ada sebuah desa di wilayah Kecamatan Candi Laras Utara yang bernama Desa Batalas yang terletak dipinggiran kali Negara. Penduduknya pada zaman penjajahan Belanda banyak yang melarikan diri atau meninggalkan kampung halamannya (Batalas) ke kampung Batalas Talindung ini untuk melindungi diri dari penjajah. Dikarenakan pada waktu itu perairan Kali Negara telah menjadi lalu lintas kapal-kapal penjajah. Kenyamanan dan keamanan sangat dirasakan oleh orang-orang pendatang dari daerah lain untuk berlindung dari kejaran-kejaran penjajah di kampung Batalas Talindung ini.
Letak wilayah Batalas Talindung yang berada dipinggiran Sungai Tapin keadaannya memang sangat memungkinkan untuk berlindung dari para penjajah karena memang wilayah ini tidak dilalui lalu lintas kapal-kapal penjajah waktu itu.
Dari generasi ke generasi populasinya pun bertambah seiring dengan perginya penjajah dari Negara Kita, Batalas Talindung resmi bergabung dengan desa Baringin. Perkembangan pun semangat meningkat, baik dari sektor pertanian sampai industri kerajinan seperti pengrajin Atap dari daun Rumbia (sagu), penduduk kian bertambah yang kemudian menghantarkan Batalas Talindung pada satu usulan masyarakatnya untuk memisahkan diri dari desa Baringin karena sudah merasa mampu untuk berdiri sendiri.  
Pada tanggal 3 Pebruari 1982 Batalas Talindung resmi di mekarkan oleh pemerintah setempat, dan namanya pun bukan Batalas Talindung lagi tapi di ganti dengan Baringin B. Dinamakan Baringin B adalah sebagai bentuk rasa persatuan yang pernah dimiliki bersama dengan daerah yang telah membesarkan daerah ini     (Baringin B), yaitu Baringin yang kemudian dinamakan Baringin A.
Sekarang ini Desa Baringin B telah menjadi desa yang mampu mengikuti perkembangan desa-desa lain yang lebih dulu berkembang, dan meninggalkan sejarah-sejarah Batalas Talindung namun tidak untuk dilupakan dalam catatannya. 


2.1.2        Sejarah Pemerintahan Desa

NAMA-NAMA KEPALA DESA
DESA BARINGIN B

No
Periode
Nama Kepala Desa
Keterangan
1.
1982 – 1997
MASERI
Kepala Desa Pertama
2.
1998 – 2000
ASERANI
Pj. Kepala Desa Kedua
3.
2001 – 2005
SUGIANOR
Kepala Desa Ketiga
4.
2006 – 2011
RUSLAN
Kepala Desa Keempat
5.
2012 – 2017
RUSLAN
Kepala Desa Kelima


2.1.3        Sejarah Pembangunan Desa

NO
TAHUN
KEGIATAN PEMBANGUNAN
KETERANGAN
1.
1982
Pembangunan Gedung TK
Swadaya
2.
1985
Pembangunan Balai Desa
Subsidi Desa
3.
1986
Pembangunan Gedung MDA
Swadaya
4.
1996
Pembangunan Jembatan Gantung
APBD/APBN
5.
2004
Peningkatan Jalan Desa dengan Cor Beton RT I – IV
PMDKI
6.
2006
1.  Pembangunan Polindes
PMDKI
2.  Rehab Balai Desa Menjadi Gedung Serba Guna
PMDKI
7.
2008
1.  Peningkatan Jalan Desa dari RT I – V
P2SPP
2.  Rehab Pagar Jembatan Gantung
Swadaya
8.
2009
Peningkatan Jalan Desa RT I – IV
PNPM-MP
9.
2010
1.  Pembuatan Siring Pasangan Batu
PNPM-MP/ Optimalisasi
2.  Rehab Gedung TK
APBD-KAB.
10.
2011
1.  Pembuatan Siring Pasangan Batu
PNPM-MP
2.  Peningkatan Jalan Kuburan Muslimin RT 1
APBDes
11.
2012
1.  Pengurugkan Halaman Balai Desa dg Rabat Beton
APBDes
2.  Peningkatan Jalan Desa RT 1 & 5
Gerbangmastaskin
12.
2013
1.  Pengadaan Tenda 4 buah
APBDes
2.  Pembuatan Siring Halaman Musholla RT 1
APBDes
3.  Peningkatan Jalan Desa RT 1 – 5
PPIP

 
2.2       Kondisi Geografi
Desa Baringin B merupakan desa yang berada di dataran rendah wilayah Kecamatan Candi Laras Selatan. Letak geogerafis Desa Baringin B;
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Marampiau Hilir
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Baringin A
Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Baringin A
Sebelah barat berbatasan dengan Desa Candi Laras
Wilayah Desa Baringin B berada pada ketinggian 1-2 dari permukaan laut dengan kelembaban  280 C. Luas wilayah Desa Baringin B 600 ha yang sebagian besar merupakan wilayah pertanian dan perkebunan Rumbia (Sagu). Luas wilayah Desa Baringin B terdiri dari, wilayah permukiman seluas 3,5 ha, wilayah persawahan 200 ha, wilayah pertanian/perkebunan 390 ha, wilayah pekarangan 1,5 ha dan wilayah umum berupa perkantoran, kuburan dan sarana prsarana desa seluas 5 ha.
Desa Baringin B merukan bagian dari daerah Kabupaten Tapin propinsi Kalimantan Selatan, Desa ke Ibu Kota Kabupaten (Rantau) berjarak ± 30 km dan Desa ke Ibu Kota Propinsi (Banjarmasin) berjarak ± 142 km. Jumlah penduduk Baringin B untuk data tahun 2013 adalah 747 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki 377 jiwa dan perempuan 370 jiwa yang terdiri dari 231 KK. Dari jumlah tersebut jumlah kepala keluarga yang tergolong sebagai Rumah Tangga Miskin 15 KK.
Mata pencaharian penduduk sebagai petani mencapai 80% sesuai dengan kondisi wilayah Desa Baringin B sebagian besar merupakan lahan pertanian dan perkebunan dengan pendapatan rata dibawah standar karena masyarakat bekerja sebagai petani dan buruh tani. 0,1% berpotensi sebagai peternak, sebagai pedagang 2% dan 3% sebagai pegawai pemerintah.
Penghasilan masyarakat sebagai petani sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan mereka sehari-hari yang bergantung pada penghasilan dari hasil pertanian, sedangkan pertanian hanya dilakukan setahun sekali.
Sistem pertanian yang mereka lakukan masih banyak yang menggunakan sistem tradisional dengan bergantung pada musim, sehingga mereka hanya melakukan kegiatan pertanian satu kali dalam setahun. Mereka tidak mengenal yang namanya pertanian sistem irigasi, karena tidak ada saluran irigasi di daerah desa Baringin B. Pengolahan lahan pertanian juga masih menggunakan peralatan tradisional dan belum ada yang menggunakan sistem traktor.
Untuk masalah pertanian dan perkebunan, masyarakat rata-rata belum bisa menggunakan sistem pertanian dan perkebunan dengan skala besar. Pengolahan lahan menggunakan traktor, menyelesaikan hasil pertanian dengan menggunakan mesin perontok dan juga keterampilan belum dimiliki, ini karena mereka tidak memiliki modal dan pembinaan untuk melakukan usaha-usaha yang dapat menambah penghasilan atau menjadi usaha tetap mereka.
 

2.3       Perekonomian Desa

Sumber Penerimaan Desa

No
Sumber
Penerimaan Desa
Tahun
2011
2012
2013
1
 Pajak
 Rp. 2.184.407
 Rp. 2.183.607
 Rp. 2.300.418
2
 Pendapatan Tanah Kas
 Rp. 0
 Rp. 0
 Rp. 0
3
 ADD
 Rp. -
 Rp. 168.231.615
 Rp. 198.773.736

Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa:

1.         Pendapatan yang bersumber dari hasil pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selama ini dari tahun 2011 s.d. 2013 dibayarkan oleh Pemerintah Desa, dan disetorkan ke kecamatan sehingga yang masuk ke desa tidak ada. Artinya pendapatan dari hasil pajak tidak ada.
2.         Untuk pendapatan yang masuk ke kas desa dari hasil tanah desa belum ada, karena desa tidak memiliki tanah desa yang dapat di sewa untuk keperluan pertanian atau perkebunan dan lainnya.
3.         Alokasi Dana Desa ADD bersumber dari Dana APBD Kabupaten, besaran Dana tiap tahun bisa berubah sesuai dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten.

2.4       Sosial Budaya
Kondisi Sosial Budaya Desa

NO
URAIAN
JUMLAH
KETERANGAN
1
Kependudukan
a.       Jumlah Penduduk (jiwa)
b.      Jumlah KK
c.       Jumlah Laki-laki
·         Usia   0 – 15 tahun
·         Usia 16 - 55 tahun.
·         Diatas 55 tahun
d.      Jumlah Permpuan
·         Usia   0 – 15 tahun
·         Usia 16 - 55 tahun.
·         Diatas 55 tahun

747
231
377



370














2.
Kesejahteraan Sosial
a.       Jumlah KK prasejahtera
b.      Jumlah KK sejahtera
c.       Jumlah KK sedang
d.      Jumlah KK kaya

15












3.
Tingkat Pendidikan
a.       Tidak tamat SD
b.      Tamat SD
c.       Tamat SLTP
d.      Tamat SLTA
e.       Tamat D1/Sederajat
f.       Tamat D2/Sederajat
g.       Tamat D3/ Sederajat
h.      Tamat S1/Sederajat
i.        Tamat S2/Sederajat

199
178
65
48
-
9
-
12
-

Usia 18-56 tahun








4



Mata Pencaharian
a.       Buruh tani
b.      Petani
c.       Peternak
d.      Pedagang
e.       Tukang kayu
f.       Tukang batu
g.       PNS
h.      Pensiunan
i.        TNI /POLRI
j.        Perangkat desa
k.      Penjahit

l.        Industri kecil
m.    Karyawan perusahan swasta
n.      Montir
o.      Dosen Swasta
p.      Pembantu Rumah Tangga
q.      Arsitektur
r.       Pengusaha besar
s.       Dukun kampung terlatih

170
370
3
32
8
-
20
14
-
17
6

3
5
6
-
5
1
-
-



Peternak ayam kampung









Pengrajin anyaman






Pengobatan Alternatif
5.
Agama
a.       Islam
b.      Kristen Khatolik
c.       Kristen Protestan
d.      Hindu
e.       Budha

747
-
-
-
-







Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa :
1.      Kependudukan.
Jumlah usia produktif lebih banyak dibanding dengan usia anak-anak dan lansia. Perbandingan usia anak-anak, produktif, dan lansia adalah sebagai berikut: 21% : 61% : 18%. Dari 747 jumlah penduduk yang berada pada kategori usia produktif laki-laki dan perempuan jumlahnya hampir sama/ seimbang.

2.      Kesejahteraan
Jumlah KK Sedang mendominasi yaitu 29,2 % dari total KK, KK pra sejahtera  24 %, KK sejahtera 17,9 % KK Kaya 16,3 %. dan KK Miskin  12,5 %. Dengan banyaknya KK prasejahtera inilah maka Desa Baringin B termasuk dalam DESA LAMBAN BERKEMBANG

3.      Tingkat Pendidikan
Kesadaran tentang pentingnya pendidikan terutama pendidikan 9 tahun baru terjadi beberapa tahun ini sehingga jumlah lulusan SD dan SLTP mendominasi peringkat Pertama.

4.      Mata Pencaharian
Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani dan buruh tani. hal ini disebabkan wilayah Desa Baringin B memiliki lahan pertanian yang luas dan pekerjaan sebagai petani telah diwariskan secara turun temurun sejak dulu bahwa masyarakat adalah petani dan juga minimnya tingkat pendidikan menyebabkan masyarakat tidak punya keahlian lain dan akhirnya tidak punya pilihan lain selain menjadi buruh tani. Selain hal itu kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan menyebabkan mereka tidak mau sekolah tinggi sehingga mereka tidak memiliki potensi/keahlian.

5.      Agama
Seluruh warga masyarakat Desa Baringin B adalah Muslim (Islam)

 2.5       Sarana dan Prasarana Desa

Prasarana dan Sarana Desa

No
Jenis Prasarana dan Sarana Desa
Jumlah
Keterangan
1
Kantor Desa
-
 Belum Ada
2
Gedung Serba Guna
1
 Rusak
3
Gedung SD
1
 Baik
4
Gedung SLTP
-

5
Gedung SLTA
-

6
Gedung MIS
1
 Perlu direhab
7
Gedung TK
1
Baik
8
Musholla
3
Perlu perbaikan
9
Polindes
1
Baik
10
Poskamling
3
Baik
11
Jembatan
5
Perlu direhab
12
Gedung TPA
-
Belum Ada

Sarana umum desa
·         Tenda
·         Meja panjang
·         Kursi plastik
·         Papan Kursi panjang
·         WC Umum
·         Mesin pemadam
·         Tong Air Bersih 300 ltr
·         Pompa Hitachi
·         Mesin Genset



4
-
36
60
1
1
3
1
1


Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa :
1.         Gedung SLTP dan SLTA tidak diperlukan di Desa Baringin B karena siswa meneruskan sekolah SLTP/SLTA yang ada di Ibu Kota Kecamatan, jaraknya tidak terlalu jauh ± 1 km.
2.         Gedung TPA sangat diperlukan mengingat pentingnya akan pendidikan mengenal Al qur-an dimasa anak-anak.
3.         Secara umum prasarana dan sarana yang ada di Desa masih belum lengkap seperti peralatan/fasilitas desa yang bersifat umum seperti tenda, kursi, meja panjang dan lain-lain.

2.6       Pemerintahan Umum

Pemerintahan Umum

No
Uraian
Keberadaan
Keterangan
Ada
Tidak
1
Pelayanan kependudukan
ada


2
Pemakaman
ada


3
Perijinan
-
tidak

4
Pasar tradisional
-
tidak

5
Ketentraman dan tibun
ada



Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa :
1.         Pelayanan kependudukan dilaksanakan dirumah karena tidak adanya kantor desa, penduduk yang datang pada pagi, sore atau malam hari, hal ini bisa dimaklumi karena mayoritas penduduk adalah petani atau buruh tani sehingga kesibukan bekerja. Pemahaman mengenai jam kerja kantor masih kurang.
2.         Ada 2 (dua) lokasi pemakaman di Desa Baringin B, namun  jalan ke pemakaman sebahagian rusak, Pemakaman dikelola oleh masyarakat secara bersama-sama melalui rukun kematian. Pelaksanaan pemakaman dipimpin oleh ulama setempat dan dilaksanakan secara gotong royong oleh warga.
3.         Perijinan diantaranya adalah ijin keramaian, hiburan dalam acara perkawinan dan ijin tinggal.
4.         Ijin keramaian diwajibkan bagi kegiatan yang bisa mendatangkan massa dalam jumlah banyak. Misalnya hiburan rakyat, orkes/organ tunggal. Ijin ini selain ke pemerintah desa juga diteruskan ke MUSPIKA.
5.         Ijin tinggal diberlakukan kepada warga asing yang bertamu lebih dari 24 jam atau menginap terutama jika bukan keluarga dekat dengan warga setempat.
6.         Untuk pengamanan skala sedang dan besar linmas dibantu dari POLSEK dan KORAMIL.